5 Tips Mengelola Keuangan Di Bulan Ramadhan Saat Pandemi Corona

5 Tips Mengelola Keuangan Di Bulan Ramadhan Saat Pandemi Corona

tips keuangan di bulan ramadhan

Keuangan Ramadhan – Pandemi virus corona (Covid-19) nanti saat ini membuat suasana ramadhan kali ini terasa sangat berbeda. Pemerintah itu pun mengimbau masyarakat untuk melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Berbagai aktivitas ibadah hanya bisa dilakukan di rumah saja.

Namun hal ini juga sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat. Dimana otomatis keuangan setiap orang di bulan Ramadhan harus diubah. Bahkan sebagian orang justru khawatir karena terdampak persebaran virus corona. Sehingga ada yang harus dirumahkan, karena biasanya tempat kerja sudah tidak lagi beroperasi.

Bila sudah begini apakah THR(Tunjangan Hari Raya) bakal cair? Namun apakah masih perlu berbelanja selama lebaran? Jika ramadhan tahun ini maka terpaksa harus berhemat, lalu bagaimana sebaiknya agar pengelolaan keuangan setelah lebaran tetap mapan, mengingat pendemi covid-19 belum berakhir? Oleh karena itu kami berikan tips jenius pengelolaan keuangan di masa pandemi corona dan ramadhan.

1. Alokasikan Pengeluaran Dengan Bijak

Secara umum pengeluaran perlu dialokasikan dengan baik agar gaji tidak habis begitu saja. Salah satu metodenya adalah dengan menggunakan rumus 50/30/20 yaitu 50% penghasilan digunakan untuk kebutuhan seperti sandang, pangan, papan. Lalu 30% digunakan untuk keinginan seperti hiburan, belanja, traveling, dan lain sebagainya. Kemudian 20% penghasilan digunakan untuk menabung dan investasi.

2. Utamakan Kebutuhan Pokok

Dengan adanya pandemi ini, kita dipaksa back to basic, kembali ke kebutuhan pokok. Adanya PSBB membuat porsi belanja untuk memenuhi keinginan berkurang, sehingga porsi tersebut bisa dialihkan untuk hal lain seperti meningkatkan kebutuhan pokok, misalnya menambah pengeluaran ekstra untuk membeli vitamin, masker dan kebutuhan kesehatan lainnya.

3. Meningkatkan Tabungan

Dalam situasi saat ini meningkatkan tabungan demi mengantisipasi risiko kehidupan lain di masa pandemi, seperti sakit, PHK, dan lain sebagainya juga penting lho. Tabungan bukan hanya untuk duniawi, tapi kita juga bisa meningkatkan amal ibadah dengan membayar zakat dan memberikan donasi kepada orang lain yang lebih terdampak pandemi ini.

4. Jangan Konsumtif

Hindari berhutang, apalagi utang konsumtif. Dapat dimaklumi apabila penghasilan berkurang akibat lesunya ekonomi saat ini. Tapi sedapat mungkin hindari berhutang dengan menyesuaikan gaya hidup, sambil terus berupaya mencari cara meningkatkan penghasilan.

5. Siapkan Dana Darurat

Satu hal penting yang disarankan selagi pandemi ini adalah untuk tetap menabung. Tujuan menabung pada dasarnya untuk melindungi nilai uang dari inflasi, sehingga kemampuan atau daya beli kita tetap bertahan di masa depan. Para ekonom memprediksi bahwa ekonomi Indonesia mulai akan pulih pada kuartal keempat 2020, dan secara perlahan akan membaik pada 2021.

Salah satu bentuk tabungan yang harus tersedia adalah dana darurat. Rule of thumb, dana darurat tersedia sebanyak 6x pengeluaran bulanan. Nah untuk kamu yang masih lajang, cukup menyediakan dana darurat minimum 3x pengeluaran bulanan. Tapi bila telah berkeluarga atau berpenghasilan tidak tetap, perlu menyediakan dana darurat minimum 6x pengeluaran bulanan.

Di masa pandemi yang penuh ketidakpastian ini, apabila mampu kamu juga bisa menyiapkan dana darurat hingga 12x pengeluaran bulanan. Dana darurat harus bersifat likuid namun dengan akses terbatas, maka sebaiknya disediakan dalam bentuk emas, deposito, atau reksadana pasar uang.

Itulah tadi beberapa tips jenis mengelola keuangan ramdhan di masa pandemi corona. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi terbaru buat kamu seputar dunia keuangan dan ekonomi terbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *